Aktivitas Lava Erupsi Gunung Agung Masih Berlangsung, Jumlah Pengungsi 59.061 Orang

Senin, 04 Desember 2017 | 07:03 WIB

Erupsi lava Gunung Agung masih berlangsung.

KARANGASEM, NNC - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, menyatakan aktivitas erupsi efusif atau leleran lava di kawah Gunung Agung sejak Minggu siang hingga petang secara perlahan masih berlangsung.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui akun resmi twitter-nya, mengatakan, hasil pemantauan PVMBG Rendang menyatakan Gunung Agung sepanjang Minggu pukul 12.00-18.00 WITA masih berstatus awas.

Dari pengamatan visual puncak gunung tertutup kabut. Selain itu tinggi kolom uap putih keabuan Gunung Agung tidak dapat diamati baik dari lereng utara, timur laut, selatan, maupun dari lereng barat daya.

Dari pengamatan CCTV di Rendang, Bukitasah dan Batulompeh, sinar api dari lava pijar di siang hari juga tidak teramati, namun erupsi efusif masih terjadi secara perlahan.

Perihal kegempaan, dilaporkan gempa erupsi eksplosif nihil, tremor nonharmonik terjadi menerus terkait kepulan uap putih keabuan selama enam jam (amplitudo 1-4 mm, dominan 1 mm), tremor harmonik nihil, gempa hembusan dua kali, gempa frekuensi rendah sebanyak satu kali, vulkanik dangkal satu kali, vulkanik dalam satu kali dan tektonik Lokal nihil.

PVMBG merekomendasikan tidak boleh ada aktivitas di daerah bahaya Gunung Agung yakni dalam radius delapan km dari puncak gunung serta dalam sektoral barat daya, selatan, tenggara, timur laut, dan utara sejauh 10 km dari puncak.

Kepala Pusat Data Inforimasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan pengungsi terus dilakukan PKK, Kemenkes, dan relawan. Terdapat 114 pos kesehatan yang telah didirikan. Selain itu ada pelayanan keliling.

“Silakan datang dan periksa kesehatan serta berobat dipos terdekat. Kami siap melayani dengan baik,” ujarnya, Senin (04/12/2017).
Sutopo menambahkan, jumlah pengungsi hingga saat ini sebanyak 59.061 orang di 213 titik. Secara umum pengungsi sudah ditangani dengan baik. Banyak masyarakat yang tetap bekerja membuat kerajnan tangan di pengungsian.


Editor : Sulha Handayani